Flower of Love


.jpg)


"Ehh. . . Hongbin Oppa, bukankah dia sangat tampan?"
"Iya iya kau benar, aku suka senyumnya"
Aku tersenyum geli melihat pelanggan di toko bunga ku sedang bergosip sambil menonton Tv yang sedang menayangkan orang yang mereka panggil hongbin itu.
"Pasti menyenangkan jika mempunyai kekasih seorang Hongbin"
Kata siapa? Tidak, kalian salah. Kau hanya akan mendapat harapan kosong sepertiku. Pasti kalian tidak akan percaya jika kubilang Hongbin adalah kekasihku tapi itu kenyataanya.
Kami berpacaran saat masa senior high school, lalu hubungan kami menjadi jauh karna dia harus ikut training untuk masuk dunia entertaint. Tapi tak pernah ada kata putus dari kami. Jadi yah. . beginilah akirnya.
Ehh . .. Pemuda itu lagi, sudah beberapa minggu ini pemuda itu selalu datang kemari, memilih milih bunga dengan bingung.
"Bunga lili lagi hari ini tuan?." aku menyapanya, ya setiap datang kemari pilihannya selalu jatuh pada bunga lili.
"Oh . . Iya," dia tersenyum manis. Akupun membungkuskan untuknya.
"Hari anda bekerja sendirian?"
"Iya, pegawaiku sedang cuti hari ini, jadi sedikit repot juga."
"Bolehkah aku membantu?" dia menawarkan dirinya.
"Eeh. . Apa tidak masalah? Bagaimana dengan pekerjaanmu?"
"Aku sedang tidak ada kegiatan, tapi itu jika anda tidak keberatan aku membantu?"
"Tentu saja tidak, aku akan senang jika ada yang membantu tuan. . "
"Park Taejun, panggil saja Taejun,"
"Oh. . Namaku Kim Hyejin" aku tersenyum membungkukan badan.
Dan berawal dari bantuanya itu, Taejun selalu datang ke toko bungaku, tidak hanya membeli bunga tapi juga membantuku. Entah kenapa dia senang sekali membantu disini.
"Taejun, kenapa kau selalu membeli bunga lili setiap datang kemari?"
"Karna gadis yang kusukai menyukai bunga lili" aku juga suka bunga lili.
"Benarkah, siapa gadis beruntung itu?" dia hanya tersenyum
"Menurutmu bunga apa yang cocok untuk menyatakan cinta?"
"Tentu saja bunga mawar."
"Begitu, bagaimana denganmu? Suka bunga mawar warna merah, putih atau pink?" kenapa dia antusias sekali.
"Kalau aku suka warna putih." di mengangguk "Hey aku bertanya siapa gadis yang kau sukai kenapa jadi kau yang bertanya terus?"
"Hehe maaf. .tunggu sebentar " dia pergi ke sudut ruangan. Heh dasar.
"Ini."
"Eh . . . Apa ini?" dia memberikan setangkai bunga mawar putih padaku.
"Kau bilang suka bunga mawar warna putihkan." aku menatapnya bingung, apakah maksudnya . ..
"Kaulah gadis beruntung itu." aku terpaku, kaget, mencoba mencerna kalimat darinya.
"Aku menyukaimu Kim Hyejin" aku menatapnya tapi pikiranku malah teringat akan Hongbin. Apakah dia akan marah jika ada seorang pemuda yang menyatakan cinta padaku? bahkan aku tidak tau masihkah kami berpacaran.
"Taejun, kau ingatkan tentang seseorang yang kuceritakan sebelumnya?"
"Tentu saja, karna itu aku melakukan ini, beri aku bukti jika dia memang kekasihmu"
apa? aku tidak punya bukti.
"Taejun aku. . . " pintu toko terbuka menunjukan jika ada yang masuk,
dan kali ini aku benar benar kaget. Aku harap mataku tidak salah, dan aku harap ini bukan mimpi. Dia. .
"Hongbin Oppa." Taejun mengikuti arah pandangku. Sementara yang menjadi pusat perhatian tersenyum membuka topi dan syal yang melingkar di lehernya.
"Hyejin . .. .."
End