HALLYU WAVE
김 야핕 a.k.a 야핕 이라와티
ABC
Home
About
Contact
Malaysia
Melaka
Port Dickson
Kuala Lumpur
Indonesia
Jogja
Magetan
Jumat, 27 Juni 2014
Ff // one week with you
Ff ni muncul g7 aja waktu chinguku duduk s’bangku ma yuniorku d’skul, langsung muncul ilham d’otakku pas waktu ulangan semester lagi, chake this out,,,,,,,,,,
Cast : Kim Ki Bum a.ka Key
Kim yapit a.ka Song Hye Jin
Facebook
Author a.ka Choi Je Joon
Facebook
Mintri a.ka Choi Eun Sun
Facebook
Lee Jin Ki a.ka Appa Hyejin
Hyejin POV
“Hyaa. . . Hyejin, apa kau benar-benar ingin pindah lalu bagaimana denganku.” Rengek Eun Sun dengan tampang melas, temanku yang satu ini memang agak lebay.
“Eun Sun, kan masih ada telepon dan E- mail kita masih bisa berhubungan meski jauh.”
“Tapi g’ asyik kalo g’ lihat langsung, pokoknya waktu seminggu ini harus kiita manfaatkan untuk terakhir kalinya.”
“Iya, kita manfaatkan buat ulangan.”
“Hyaa. . . .”
Ya, waktu ku di sekolah ini tinggal seminggu, dan itupun untuk ulangan aku pindah karna ayahku di pindahkan kerja sedangkan aku di seol tak punya keluarga lain, jadi terpaksa aku harus meninggalkan sekkolah ku yang tercinta ini, teman baikku Eun Sun dan Firs Love Key, yah, jujur yang paling ku rindukan jika aku pergi adalah namja itu meskipun aku hanya bisa mandang dia dan g’ bisa menyentuhnya, tapi aku bahagia bisa bertemu dengannya, dilah satu-satunya semangat bagiku untuk sekolah, selain Eun Sun tentunya.
“Hye Jin, ayo kita lihat daftar ruang kelas kita ulangan.” Eun Sun memnuyarkan ceritaku.
“Aisssh kau lihat disana masih banyak anak.” Ku tunjuk segerombolan siswa yang mengerumuni mading, tapi Eun Sun malah menarikku kesana
“OMO ! lihat Hye Jin, kau duduk sebangku dengan Key.” Teriak Eun Sun.
“Jinja ?? coba kulihat.” Kupastikan lagi, OMG, aku benar-benar tak percaya, tuhan menjawab doaku untuk dekat dengan key sebelum aku pindah.
“Wah kita g’ seruangan Jagi.” Kata seorang yeoja di belakangku, Haish. . . baru saja aku bahagia tapi kini pudar lagi gara-gara lihat key dan yeojachingunya Choi JeJoon bermesraan dibelakangku. Aku tau mereka memang pasangan yang serasi, tapi hatiku sakit tiap lihat mereka bermesraan. Pengen ku jambak rambut JeJoon *Untung Author Berjilbab^^)
Hari ini hari pertama ulangan, hari yang ku tunggu-tunggukan dimana aku bisa duduk bersama namja yang ku kagumi, KEY.
“Hye Jin, kau pasti semangat ngerjain soal u;anagn nanti, gimana tidak kau bisa lihat tampang baby facenya Key tiap hari.”
“Hem. . .” aku hanya tersipu malu, aku benar0benar tegang sekali, jantungku berdegup tak karuan.
“Sudah masuk, berjuang ya Heo Jin?.” Tambah Eun Sun dengan gaya lebaynya dan kembali ke asalnya. Perasaanku makin g’ karuan saat kulihat Key melangkahkan kakinya menuju bangku di sebalahku tepatnya di sampingku.
“Anyeong, Key Imida.” Sapanya padaku saat duduk disampingku sambil menjulurkan tanagnnya.
“Hye Jin, Song Hye Jin imida.” Kuraih tanagnnya.
“Hye Jin, aku baru pertama melihatmu.”
Hyaaa apa aku sebegitu kupernya sampai dia tak mengenaliku “HA. . . .ha. . . ha. . . mungkin saking banyaknya siswa jadi kau tak pernah melihatku.” Susah payah aku berkata karna dari tadi nafasku sesak dekat Key, keringat dingin mulai keluar, aku benar-benar grogi.
“Hei. . . kau tak perlu setegang itu, kau pasti bisa menegrjakannya.” Key mengacak-acak rambutku dan tersenyum padaku, Key aku tegang karna dirimu, masalah ulanagn sih gampang *Plaaaak. . . sombong*
Author POV
Setelah beberapa hari ini Hyejin dan Key bersama mulai akrab, mereka sering ngobrol, bercanda dan diskusi bersama . Si JeJoon juga jarang nongol di depan Key, makin sempurna hidup Hyejin.
“HyeJin ayo kita ke kantin.” Ajak Key saat istirahat
“Aniyo aku mau belajar.” Tolak Hyejin
“Kau itu sudah pintar, jadi g’ usah belajar.” Key menarik tanagn HyeJin keluar kelas.
“Palli.” Key melangkah jauh di depan HyeJin
“Key tunggu, jangan cepat-cepat. . . Aduh. . .” Geram Hyejin. Dia jatuh tersungkur dengan luka di lututnya.
“Aisssh, kau ini bagaimana sih, lihat lututmu terluka.”
“haduh, sudah tau aku luka, kenapa kau masih cerewet bukannya aku di tolongin.” Lalu tiba-tiba Key langsung mengankat Hyejin. “Hyaaa. . apa-apa’an kau Ky, turunkan aku.”
“Diamlah kakimu terluka.” Hyejin hanya bisa nurut dengan wajah memerah .
Hyejin POV *Seting UKS*
“Aduh, pelan-pelan Key.” Rengekku, merasakan sakit di lututku *Bayangin aja lukanya kaya lukanya Eunjo di CSS*
“Mian, sakit ya?.” Key meniup-niup dengan lembut. Ku pegangi kedua alisnya yang bertaut, hidungnya yang mancung , bibirnya, semua tiap lekuk di wajahnya, kapan ya aku bisa memilikinya?
“Sudah selesai, Hye Jin. . . .Hye Jin. . . ” key membangunkan lamunanku
“Ach. . . Ya. . . Gomawo.”
“Kau terpesona melihatku ya.” Key memancingku
“Hah. . . siapa, Aniyo!.” Wajahku pasyi sudah bersemu merah, apa key tau? Hah paboya aku. Evil smile, membuatku semakin malu.
“Jagi, ternyata kau ada disini.” Kulihat Jejoon membuka pintu UKS dan langsung memeluk key di depanku, seketika luka di hatiku kembali muncul.
“JeJoon bagaimana kau tau aku disini?.”
“Pasti, aku kan selalu tau.” Dengan masih bergelayutan di punggung key. Aku sudah tidak tahan lagi, aku langsung beranjak pergi keluar dari UKS.
“Hye Jin kau mau kemana, bagaimana dengan lukamu?.” Teriakan Key tidak aku hiraukan lagi aku hanya pergi agar Key tidak melihat air mataku yang mulai menetes, karna tak Kuat lagi melihat Key dan Je Joon bermesra’an.
Key POV
“Hyejin kau kemana? Bagaimana dengan lukamu?.” Hyejin pergi tanpa menghiraukan teriakanku, ada apa dengannya, dan pergi tanpa berkata apa-apa.
Saat ulangan sesi kedua dimulai tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, tidak seperti biasanya, melihatku saja tidak.
“Hye Jin ada pa denganmu, kau tidak apa-apakan.” Tanyaku membuka keheningan. Dia hanya menggeleng. “Hye Jin ayolalh katakan padaku, ada apa?.” Tambahku lagi dengan volume agak tinggi membuat Songsaenim menegur.
Ring Ding Dong, ber pulang berbunyi.
“Hye Jin tunggu.” Biar aku antar pulang, lukamu belum sembuh.”
“tidak usah, kau ka harus mengantar Jee Joon.”
“Tidak hari ini Je Joon punya urusan lain, jadi dia tidak pulang bersamaku, Mau ya kuantar.” Memohonku lagi, dia menjawab dengan anggukan kepala.
Saat aku mulai membukakan pintu untuk Hyejin, JeJoon datang.
“Jagi, aku pulang bersamamu, urusanku tidak jadi.”
“Emmm. . Hyejin ikut tidak apa-apa kan? Kasian lututnya terluka.”izinku pada JeJoon.
“Ne, gwenchanayo.”
Hye Jin POV *Seting Kamar Hye Jin*
Aku diam memandang langit malam yang gelap seperti hatiku. Aku menyesal di antar pulang Key, hatiku makin sakit karna melihat key bermesraan denganJeJoon di mobil. Ku pikir seminggu ini akan jadi hari yang membahagiakan bagiku bersama Key, tapi kenapa di saat terakhir malah jadi menyakitkan.
Aku sudah g’ punya waktu lagi, waktu semingguku tinggal besok, aku harus mengatakannya besok, sebelum terlambat, aku tak pedulu Key menerimaku atau tidak.
Author POV
“Anyeong Key.” Sapa HyeJin ceria, meski hatinya tidak
“Hye Jin, kau sudah sembuh, aku khawtir padamu, kemarin kau hnya diam saja waktu pulang.”
“Ne, gomawo kemarin, Em, , , hari nie kan hari terakhir kita ulangan aku mau ngajak kamu jalan-jalan mau tidak ?.” pinta Hyejin malu0malu kebo.
“Ehm, , , boleh, aku juga g’ punya acara.” Key membalas dengan senyuman 100 waatt.
“Key.” Panggil Hyejin Yang berjalan di sampinya.
“Ne. . “
“Apa g’ apa-apa kalu kau jalan denganku, Jejoon bagaimana?.”
“Tidak apa-pa, dia itu pengertian kok, dia g’ akan marah, jadi kau tenang saja.” Jawab key dengan enteng sambil mengacak-acak rambut Hyejin.
“Hyaa. . . kau ini, rambutku berantakan.” Dumel Hyejin dan mengejar key, key hanya melat-melet pada Hye Jin.
“Key ayo kita naik itu.” Ajak Hye jin saat sampai di taman bermain.
“Kau itu seperti anak kecil aja.”
“Sudahlah ayo.” Hyejin tak malu-mallu lagi menggenggam tanag key, mengajak key Naik Kora-kora.
Setelah selesai naik kora-kora.
“Huweeeek. . .huweeeek. . .huweeek. . .”
“Ha. . ha. . ha. . . tadi kau maksa-maksa akhirnya turun kau jadi begini.”ledek Key sambil memukul-mukul punggung Hyejin.
“Aku g’ tau kalau akhirnya kaya. . . . Huweeeek-huweeeek bela Hyejin, sambil masih muntah-muntah diliatin banyak orang-orang.
“Kau duduk ini minum.” Key menyodorkan sebotol minuman.
“Gomawo.” Hyejin Meminumnya, lalu tiba-tiba Key mengelap bibir Hyajin dengan jarinya, Hyejin pun kaget.
Hyejin POV
Kurasakan bibirku di sentuh lembut oleh Key. Jantung mulai berdekup tak karuan. Aku memandangnya begitu juga dia, aku larut dalam tatapan matanya, dengan hanya memandangnya aku bisa melupakan semua bebanku.
“Kau sudah baikan?.” Key kenapa kau mengganggu aku menhayalkanmu.
“Ach, ya sudah baikan, ayo kita lanjutkan.” Jawabku dengan penuh semangat, energiku terisi gara-gara key. Aku menariknya untuk beranjak dari duduknya. Namun baru beberapa langkah, langkah key terhenti .
“Key ada apa?.” Kulihat wajahnya berubah sedih, diam menatap sesuatu, kuikuti tatapannya, aku juga kaget melihatnya, Jejoon terlihat sedang jalan dan bermesra’an dengan seorang namja lain.
“Key.” Panggilku, kulihat matanya mulai berair.
“Aku tidak apa-apa.” Dia memaksa tersenyum
“Ayo kita lanjutkan lagi.” Dia mencoba menutupi kesedihannya.
“Aniyo, key aku tau kau terluka, kenapa kau masih bisa tersenyum.” Teriakku, mataku mulai panas.
“Ini semu salahku, jika aku tak mengajakmu kesini, kau tak akan terluka.” Air mataku tak bisa ku bendung lagi.
Seketika Key menarikku dan memelukku dengan erat.
“Gwenchana Hyejin, ini bukan salahmu.”
“Mianhae, jeongmal mianhae.” Aku terus saja menangis.
“Aku tau akan seperti ini jadinya, aku sudah tau kalau Jejoon tak setia padaku, namun aku saja yang tak peduli meski aku memang sakit.” Jadi Key sudah tau dan dia menahan rasa sakitnya sendirian.
Di perjalannan pulang, hanya ada keheningan di antara kami berdua, aku bingung untuk mengatakan tujuanku sedangkan Key terluka, apa pantas jika aku tiba-tiba mengatakannya, tapi sudah tak ada waktu lagi, besok aku harus pergi.
“Key, ada yang ingin ku sampaikan sesuatu padamu.” Kataku saat mobil Key berhenti di depan rumahku.
“Katakan saja.”
“Aku hanya ingin mengatakan kalau aku, kalau aku sebenarnya, aku menyukaimu sejak lama, seminggu ini adalah seminggu yang membahagiakan bagiku karna bisa mengenalmu lebih dalam, aku tidak akan melupakannya.” Key hanya diam memasang ekspresi tak percaya. “Kau tak perlu menjawabnya, aku sudah senang dapat mengatakan kalau aku suka kamu, Gomawo untuk seminggu ini, Selamat malam, Anyeo hi gaseyo.” Aku cepat-cepat keluar dari dalam mobil dan segera masuk kedalam rumah karna jika aku berlama-lama bersamamu semakin sulit untukku melepaskanmu.
“Hyejun.” Samar-samar kudengar Key memanggilku, tapi aku tak menghiraukannya.
Key POV
Setelah mendengar pengakuan Hyejin yang kemarin aku terus kepikiran, kemarin aku juga langsung menemui Jejoon untuk mengakhir hubungan kami , bukan karna Jejoon selingkuh melainkan karna aku lebih nyaman jika dekat dengan Hyejin. Tapi kenapa dari tadi aku tak melihat Hyejin, odieso? *coba cari di kolong meja*
“Eun Sun, kemana perginya Hyejin, dari tadi aku mencarinya, tidak ketemu-temu.”
“Kau tidak tau? Hyejin tak tak memberitaumu?.”
“Ani, Mwo?.” Perasaanku mulai g’ enak.
“Hari ini dia pindah ke luar negeri dengan Appanya.”
“Mwo! Sekarang dia dimana?.”
“Mungkin dia di bandaara, karna setengah jam lagi pesawatnya akan berangkat.” Mwo? Kau tega Hyejin, kenapa kau tak mengatakannya padaku. Aku langsung pergi menuju bandara.
Sesampainya di bandara aku memarkirkan mobilku asal, aku langsung berlari mencari Hyejin diantara benyak kerumunan orang.
“Hyejin. . .” teriakaku saat kulihat yeoja yang seperti Hyejin. “Hyejin tunggu.”
“Key, bagaimana kau bisa tau aku ada disini.”
Tapa pikir panjang akulangsung memeluknya “ku mohon jangan pergi.” Ucapku sambil terengah-engah.
“Apa yang kau lakukan?.” Lepaskan aku.
“aku kemari untuk menjawab pertanyaanmu.” Jelasku sambil ku genggam kedua pundaknya dan menatapnya, matanya mulai basah.
“Aku tak mau mendengagr, aku harus pergi, lepaskan aku.” Di menghempaskan tanganku dan berbalik pergi, ku tarik lengannya dan langsung kulumat bibir mungilnya (Bayangin aja kaya di PT* awalnya dia menolak tapi mulai luluh dengan cengkraman tanganku di tengkuknya ku perkuat, dengan air matanya yang membanjiri pipinya dia mulai menikmatinya.
Aku tak peduli orang-orang yang melihat aku hanya ingin menunjukkan pada hyejin jika aku mencintainya.
Kulepaskan ciumanku dan mengatus nafasku yang sesaat tertahan.
“Aranghae Hyejin.”
“Aku g’ bisa,. . . .” dia menggelengkan kepalanya
“Aku g’ bisa Key.” Dan dia meningglakanku
“Hyejin, ku mohon jangan pergi!!.” Teriakku
Hyejin POV *Di dalam Pesawat*
Air mata masih terus mengalir deras saat aku duduk di dalam pesawat yang sebental lagi akan take Off. “Mianhae Key, aku g’ bisa tinggal, aku g’ bisa ninggalin Appaku sendirian, ayahku sangat membutuhkanku, hanya Appa satu-satunya keluarga yang ku miliki, mianhae, jeongmal mianhae.” Isakku dalam tangis. Aku tidak akan lupakan seminggu bersamamu.
Author POV
Key berjalan gontaidi pelataran bandara, dia masih g’ percaya, Hyejin meninggalkannya. Dia melihat pesawat terbang yang membawa Hyejin mulai pergi meninggalkan bandara.
“Hyejin, kenapa kau pergi disaat aku ulai mencintaimu.” Desis Key. Dia terduduk lemas di samping mobilnya, lalu sepasang kaki berhenti di hadapan Key, key mendongakkan kepalanya.
“Hyejin.: Key berdiri dan langsung memeluknya.
“Key, mianhae.”Hyejin membalas pelukannya
“Kau kembali.”
*FLASH BACK*
“Hyejin.” Panggil Jinki
“Appa.” Hyejin mencoba mengusap air matanya.
“Kembalilah, appa g’ mau lihat kamu sedih.”
“Tidak Appa, Hyejin g’ apa-apa, algian nanti siapa yang menemani Appa kalu bukan Hyejin.”
“ Kau ini, Appa bukan anak kecil, pergilah selama ini kau tak punya banyak teman karna pekerjaan Appa, sekarang Appa mengijinkanmu untuk tinggal jika kau mau.” Jelas jinki
“Terima kasih Appa.” Hyejin memeluk Appanya.
“Aku pergi dulu.” Hyejin turun dari pesawat.
*END FLASH BACK*
*Seting di dalm mobil*
“Jadi kau turun karna Appamu atau karna aku?.” Tanya Key dengan senyum ngeledek.
“Karna Appaku. . . ! ya tentu karna kau Key.”
“Aha. . .ha. . .ha. . akku jadi merasa bersalah.”
Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Kau harus bertanggung jawab, Appaku telah menitipkanku padamu.”
“Baiklah, aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu.”Key mulai tersenyum evil.
“Kau mau apa?.” Penasaran Hyejin mulai g’ enak saat key mendekatkan wajahnya
“Aku akan bertanggung jawab.” Tanagn key menggenggam dagu Hyejin, Hyejin mulai memejamkan matanya. Lalu Key mencium kening Hyejin.
“Kau ingin aku mencium,u.” Ledek Key yang menipu Hyejin.
“Kau. . . .” Hyejin memukul lengan Key yang menertawakan Hyejin, lalu Key mencengkram tangan Hyejin dan menciumnya tiba-tiba.
T H E END
~One Weeek With You~
Gif t Thank to Si kunci N’ si Bening. . . . . . .
*Kenapa g’ jadi COUPLE AJA*^^
Ff // one week with you
by : Magnae Uswa
FF // My Lovely Banana
Ni ff req chinguku yg ultah bareng ma jonghyun shinee n yg ng’fans berat ma eunhyuk super junior, jd ni ff m’cakup 3 orang ultah s’kaligus, pi m’nurut ku ni ff lbh berat ke eunhyuk ma chinguku, pi para reader byangin ja yg jd cast cwekx para rader,
Yesungdahlah, langsung baca aia, jangan lupa komen,,,,,,!!
Author Magnae Uswa
Facebook : https://www.facebook.com/magnae.uus?fref=ts
(Spesial Eunhyuk, Jonghyun and Hyejin Birhtday’s)
Cast : - Kim Yapit a.ka Song Hyejin
Facebook : https://www.facebook.com/kim.yapit
- Lee Hyukjae a.ka Eunhyuk Super Junior
- Kim Jong Hyun a.ka Jonghyun Shinee
- All Mamber Super Junior
- All Member Shinee
4 April 2011 Hyejin POV
“Hyaaa. . ..” teriakku dan Bruuk!
“Appo. . . .” dengusku sambil kuelus-elus kepalaku karna terjatuh dari tempat tidur, dengan kepalaku yang meluncur dahulu ke lantai. Dengan rambut yang berantakan dan wajah yang kusut aku mencoba mengingat mimpi yang telah menjadikan kepalaku sebagai korban. “AAAA. . . ne, aku mimpi dikejar-kejar sama monyet lalu jatuh terpeleset kulit pisang.” Ingatku sambil membayangkan mimpiku lagi. Kugeleng-gelengkan kepalaku dan. . . .,chakaman, monyet? Kupukul dahiku. “Yaaaa. . . ini hari ulang tahun si Monyet. . . ups maksudku Eunhyuk Oppa.” Dengan tergesa-gesaku sambar handukku dan masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan membersihkan teubuhku dari sisa-sisa mimpiku segera ku berdandan di depan cermin yang cukup besar untuk melihat betapa cantiknya diriku (* Yang narsis bukan Author*)
“Hem. . . cantik.” Ucapku pada pantulan diriku di cermin dengan berpose bak seorang model.
“Ya siap beangkat, Eunhyuk Oppa tunggu aku.” Teriakku, ya aku akan datang ke dorm SUJU untuk menemui Eunhyuk Oppa Yang ulangtahun hari ini, kalian tahu, sebenarnya aku menyukai Hyuk sejak lama, tapi aku takut dia tidak menyukaiku jadi aku hanya memendam perasaan ini, apalagi dia seorang artis.
Tin tong. . . ku tekan bel yang berada di samping pintu dorm SUJU, dan tak lama keluarlah seorang namja yang kumimpikan setiap malam.
“Hyejin. . .”
“Seanggil Chukae Oppa. . .” ucapku dengannya, senyum yang mengembang, namun namja didepanku ini hanya tersenyum tipis sambil memandangku.
“Kau tak membawa hadiah untukku?.”
“Ya, Oppa tak menyuruhku masuk. . .” ucapku dan langsung merengsek masuk ke dorm.
“Sepi, kemana perginya Appadeul yang lain. . ..”
"mereka sedang ada kegiatan masing-masing",
“lalu Oppa sendiri kenapa di Dorm terus.”
“Ya memangnya aku tidak boleh istirahat?.” Ucapnya kesal.
“Aish. . lihat penampilanmu Oppa. . . . .” sambil kupandanginya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Bawahan BOXER bergambar pisang dengan atasan kaos merah bergambar garuda di dada kanan bertuliskan Indonesia di punggungnya (*Loch salah Author itu seragam timnas INDONESIA, ini KOREA, setres ni Author. . . @biarkan saja yang buat gue. . . Plaakkk balik kecerita*) dengan atasan kaos T-sirt merah oblong.
“Wea?.”
“Sungguh sudah sangat mirip seperti Monyet terlepas dari kandangnya.” Ucapku
“Ya. . . Hyejin.” Rintihku mengusap-usap kepalaku karena jitakannya.
“Kalaupu aku ini Monyet, aku adalah Monyet yang paling tampan.” Dia mulai narsis.
“Iiish. . ., O. . Ya Oppa pasti belum sarapan, kajja kita belanja, aku akan memasangnya untukmu.”
“Ya. . . Apa kau mau membiarkanku pergi dengan penampilan seperti ini.”
“Ups. . . Mianhae.”
Author POV
Dengan memakai celana olahraga hoodie dengan menutupkan kerudungnya kekepala sehingga membuat tak terlihat wajah seorang Eunhyuk. Dia terus berkeliling Supermaeket mengikuti Hyejin memilih bahan makanan.
“Oppa kau ingin makan apa?.” Ucap Hyejin dengan terus melihat-lihat sayuran.
“Terserah kau saja. . .” balas Eunhyuk malas
“Yaaa. . . Oppa ini kan ulang tahunmu jadi kau berhak minta makan yang kau suka, aku akan membuatkanyya untukmu. . .” tak ada respon.
“Oppa kau dengar tidak.” Diam
“Ya Oppa. . .” teriak Hyejin saat melihat Eunhyuk ngiler menatap ribuan pisang di depannya (*Ribuan? Author Lebay*) si Eunhyuk Merong.
“Oppa. . .” Hyejin mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Eunhyuk, namun Hyuk masih terhinoptis oleh pisang-pisang yang ada di depannya.
“Pisang. . . .” Ucap Hyuk dengan mata berpisang-pisang.
“Ya. . . Oppa, sudah ayo kita pergi.” Hyejin menarik Hyuk menjauh dari deretan pisang-pisang itu
“Hyaaa. . Hyejin aku mau pisang.” Rengek Hyuk.
“Anyi oppa, ayo kita pulang.”Ucap Hyejin kesal karna Hyuk mengacuhkannya hanya karna pisang.
“Huwee. . . we. . .we. . .” Hyuk mewek.
Akhirnya Hyejin pulang dengan membawa belanjaan dan 1 lagi menyeret anak Monyet yang nangis karna tidak dapat pisang (*Author di lempari pisang para Jewel*)
Hyejin POV
Aku terus berkutat dengan masakanku sementara iyu aku merasakan ada seseorang yang terus memperhatikanku dari tadi, HyukJae OPPa. Kenapa memandangku terus, apakah aku sangat mempesona? Kekekeke (*Author muntah-muntah*)
“Ya. . . berhenti memandangku seperti itu!.” Ucapku tanpa menoleh ke arahnya. Dan terus mengaduk sup ku.
Tiba-tiba kurasakan sepasang tangan melinkar di pinggangku dari belakang. Aku terkejut, oppa menyandarkan dagunya ke pundakku. Sejenak ku hentikan kegiatanku memasakku. Pelukanya benar-benar hangat dan membuatku nyaman. Kami saling diam, tak ada obrolah apapun. Aku hanya diam menikmati perlakuanya padaku.
“Hyejin!.” Ucapnya
“Hem. .?.” tanyaku
“Kau tahu?.”
“Ap?.”
“Kalau masaknmu gosong!.” Ucapnya seraya terkekeh dan melepaskan pelukaknya.
“MWO??.” Aku segera melihat ke arah sup yang sedang ku masak. Benar saja ! kuah sup yang sedari tadi menggenang pada panci kini menyusut entah kemana.
“Aigo!.” Ucapku seraya mengangkat panci ku dengar Oppa masih tertawa. “Ya! Gara-gara Oppa!.” Dia terus tertawa.
Ting Tong, suara bel berbunyi, pertanda ada tamu yang datang. Oppa beranjak menuju pintu.
“Jong, akhirnya kau datang juga, kajja masuk.” Kulihat Jonghyun Shinee memasuki ruangan
“Wah, ada Hyejin rupanya, Anyeong Hyejin.”
“Anyeong Oppa.” Balasku
“Hyejin selama menunggu maskanmu, aku dan jong menunggu di kamar, awas jangan sampai gosong lagi.” Ucapnya seraya tersenyum jahil.
“Hah. . . akhirnya selesai juga.” Aku berdecak senang menatap masaknku yang telah tertata rapi di atas meja, tinggal memanggil dua orang tadi. Kuputuskan untuk menyusulnya ke kamar, namun langkah ku terhenti di depan pintu saat aku mendengar.
“Aishh, sini Jing biar aku bantu masukkin kepunyaanmu.” Kurasakn itu suara Hyuk Oppa
“Ya! janganHyung aku bisa masukin sendiri kali?. . . biar nikmat.” Teriak Jong Oppa, membuat pikiranku kotor menumpuk di otakku.
“Apa yang di lakukan mereka berdua?.” Kurapatkan lagi telingaku di pintu.
“Ahh, dia saja tidak masalah, sini aku bantu masukkin.” Kata Hyuk Oppa Lagi
“Ya! Hyung kau juga sudah punya sendiri.” Ucap Jong Oppa dengan volume ekstra. Aku benar-benar penasaran karna rasa penasaranku yang besar aku coba untuk sedikit mengintip, aku memutar kenop pintu.
“Kami pulang. . .” teriak seseorang dari arah pintu yang membuatku lonct karna kaget. Ternyata Oppadeul yang lain sudah pulang, dan membatalkan niatku
“Wah kalian sudah pulang.” Ucapku Hyuk Oppa tiba-tiba sudah di belakangku. Aku gugup. “Hyejin, makannannya sudah siap?.”
“Ah, ne Oppa.”
“Wah yang memasak semua ini Hyejin?.” Ucap Shindong Oppa seraya menyambar ayam di meja.
“Pastinya, Hyejin membuatkannya untuk ulangtahunku. Tambah Hyuk Oppa. Aku hanya bisa senyum geje.
“Hem, baru makanan, Hyung aku juga mau.” Tiba-tiba Jong oppa keluar dari kamar Hyuk Oppa dengan tampang Kusut berlari ke arah Oppadeul yang sedang makan aku mencoba untuk berfikir positif. Yang ku dengar tadi pasti salah. Aku mengerjapkan mataku. Lupakan Hyejin. . .
“Em, Oppa aku juga punya hadiah untukmu.” Ucapku, membuat semua mata tertuju padaku *O.O*
“MWO?.” Tanya oppa, dengan penuh makanan, aku berlari keluar dorm.
Dan dengan susah payah aku merik sebuah boneka Monyet yang sangat besar di depan oppadeul. (*Pernah lihat Unyuk di peluh boneka beruangkah?, nah bayangin ntu boneka Monyet segedhe boneka Beruang yang memeluk Unyuk Oppa*)
“Bwa ha. . .ha. . .ha. . kau sudah sangat mirip denagnboneka itu hyung.” Ucap Kyu Oppa
“Ya, awas kau kyu, wah Gomawo Hyejin darimana kau dapat boneka sebesar ini.” Hyuk oppa menatap boneka itu kagum.
“He. .he. . . itu rahasia oppa, ada satu lagi, chkaman.” Aku menyerahkan setangkai besr, besar sekali buah pisang yang utuh dengan batangnya.
“MWO!.” Eunhyuk Oppa melotot dan oppadeul yang lain tertawa melihatku membawa hadiah itu.
Author POV
“ya sudah oppa aku pulang dulu.” Ucapku Hyejin
“Ne, gomawo hari iini Hyejin, aku akan membalasnya nanti,” Eunhyuk tersenyum sambil mengacak-acak rambut Hyejin.
“Dogh oppa.”
“Heiy Hyuk dimana Koning (*peliharaan baru Yesung oppa, seekor Anjing*) kenapa dia tak ada?,” Yesung bingung.
“Baddaku juga tidak ada?.” Donghae juga kebingungan.
“Mereka berdua ada di kamar, tadi aku dan jong memasanginya kalung.” Ucap Hyukjae.
“Kajja, sisi-sini. . .” Jong seraya keluar kamar menggiring Bada dan Koming dan menyusruk berbaris.(*Baris kayak piaraannya yesung*). “baguslah Hyung, kami berusaha keras memasangkan kalung ini, mereka nakal sekali, aku sampai tak mau di bantu Hyung.” Ucap Jong polos.
“Wah, kalian baik sekali.” Ucap Yesung+Donghae. Hyejin tidak tahu jika yang didepannya tadi adalah suara Hyuk dan Jong yang sedang berusaha memasukkan kepala Badaa dan Koming ke dalam kalung.
8 April 2011 Hyejin POV
“Hem. . .Fiuh. . .” kutarik nafas dalam-dalam sebelum ku tekankan jriku pada bel Dorm SUJU. Sebenarnya aku masih terus kepikitan dengan apa yang aku dengar kemari. Sebenarnya apa yang dilakukan Eunhyu Oppa dan Jonghyun Oppa didalam kamar, tidak mungkin mereka melakukan?? Andwe!! Hyejin jangan berfikir aneh-aneh, kupukul-pukul pipiku sendiri untuk menyadarkanku.
“Itu tidak munkin, pasti aku salah dengar.” Baiklah, akhirnya sebelum ketekan bel, pintu Dorm sudah terbuka. Berdirilah seorang namja di depanku
“Hyejin, ada apa sepagi ini sudah kemari.” Tanya Donghae Oppa
“Em, aku. . .aku hanya ingin mengembaliakn Ipod Eunhyuk oppa yang aku pinjam kemarin.” Sambil ku berikan Ipod itu.
“Kau berikan saja sendiri pada Eunhyuk, sekalian bangunkan dia, dia malas sekali jika di suruh bangun.
“N. . .n. . .ne Oppa.” Aku mengangguk.
Aku memasuki kamar dimana mendengar suara-suara yang membuatku gundah dan berfikiran yang negati saat ini. Kilihat Oppa masih meringkuk di balik selimut tebalnya. Akupun mendekatinya.
“Oppa. . .Oppa bangun sudah pagi.” Ucapku namun Objek kutuju tetap diam tak berkutik. Karna aku sudah tak sabar, ku tarik selimut yang emnutupinya dan meneriakinya dengan keras.
“Oppa Bangun!!.” Dia bergerak dan Bruuuuk! Oppa menarik tanganku sehingga membuatku terjatuh di atas tubuhnya, dan dia memelukku.
“Hyaaa. . . Oppa lepaskan aku.” Pelukannya sangat kuat, membuatku tak bisa bangun untuk lepas darinya.
“PISANG. . ..” hah! Pisang? Oppa mengira aku ini pisang, aish!
“Oppa kau mengigau cepat lepaskan aku.”
“Sipa yang mengigau.” Ucapnya
“Ya, oppa kau sudah bangun, cepat lepaskan aku.” Berontakku.
“Diamlah, tetap seperti ini 5 menit lagi.” Ucapnya, nafasnya menyapu telinguku lembut.
“Aniyo Oppa, aku harus segera pergi.” Rontakku, namun pelukannya sangat kuat. Sebenarnya aku mau saja berlama-lama dalam posisi seperti ini, tapi. . . .
“Hyeee. . . Oppaaa!.” Teriak teuki Oppa tiba-tiba masuk kamar dan melihatku dalam posisi yang memalikan ini. Aku hanya bisa memasang wajah malu.
“Hyujae,
“ Apa yang kau lakukan?.”
“Wow, ada tontonan gratis, lanjut Hyung.” Ucap Kyu oppa semangat akibatnya dia mendapat jitakan dari Sugmin Oppa. Kini semua member melihatku, wajahku memanas menahan malu.
“Aigoooo, hyung ingat dosa.” Tambah Siwon oppa sambil geleng-geleng kepala.
“Hyaaa, aku jadi ingat Hangeng Oppa malah menangis, akhirnya Wookie Oppa yang menenangkannya.
“Sabar Hyung.” Ucap wokie Oppa, yesung Oppa, dia senyum-senyum melihatku sambil menggendong peliharaann barunya.(*si kaming aja ampe melet-melet liatinnya*) lalu Shindong oppa sibuk dengan keripik kentangnya.
“Yaaa. . .Hyuk cepat lepaskan Hyejin, kasihan dia sampai tak bisa bernafas.” Ucap Donghae Oppa, akhirnya oppa melepaskan pelukkannya. Dengan segera aku bangun dan merapikan seragamku.
“Sudah 5 menit ya?.” Oppa malah tertawa setelah membuat malu didepan oppadeul yang lain.
“A. . .a. . . aku harus pergi, ini Ipod Oppa gomawo.” Ucapku Gugup, lalu kubungkukkan badanku dan berlalu dari situasi memalukan ini.
“Hyaaa. . .Hyejin jangan menangis.” Ucap Teuki Oppa, namun terus kutundukkan kepalaku saat melewati Oppadeul di depan pintu.
“ha. . .ha. . . ha. . . wajahnya merah sekali, seperti kepiting rebus.” Ucap Kyu Oppa. Pletak. . .!
“Appo. . . Hyung kenapa menjitakku terus.”
“Karna kau tak bisa diam.” Ucap sugmin Oppa.
Siang hari sepupuku Key membawakan Handphone yang tertinggal ke kantor SM, tempat dimana dia berlatih. Ya, aku dalah sepupu key Shinee.
“Hah, merepotkan sekali Key itu, CHAKAMAN, jika Key sedang latihan berarti aku juga akan bertemu Oppadeul SUJU. Aish. . . aku malu bertemu mereka. Aku terus berfikir di depan pintu ruangan latihan haruskah aku masuk? Kukumpulkan semua keberanianku, kudorong pintu depanku.
Mataku terbelaak melihat adegan yang sedang terjadi di depan mataku. Eunhyuk Oppa berciuman dengan Jonghyun Oppa. Benarkah yang ku lihat itu? Ku kucek-kucek mataku berharap yang kulihat tidakn nyata, tapi itu nyata, kepal oppa miring kek kanan menutupi wajah Jong Oppa yang miring ke kiri, posisi apa itu jika tidak sedang berciuman. ANIYO!!
Kuputar tubuhku untuk pergi dari tempat itu. Bruuk! Kurasakn kepalaku terantuk dada seseorang.
“Hyejin, kau kenapa?.”
“Teuki Oppa. . .a. .. aku. . .”
“Kau kenapa?.”
“Tolong berikan ini pada KEY, akku pergi dulu, gomawo.” Cept-cepat aku lari dari tempat itu.”Ah, Hyejin. .. . .”
Aku duduk di sofa di depan TV, menompang dagu membiarkan TV di depanku terus menyala memutar drama yang ku sukai PlayFull Kiss, tapi entah kenapa aku mengacuhkan drama itu dan membiarkan pikiranku melayang mereplay ulang ingatanku tadi siang.
Tidak mungkin oppa mencium Jong Oppa jika dia bukan seorang “Gay”. Mana mungkin namja dan orang yang kusukai lebih menyukai namja dan mengabaikan Yeoja manis seperti aku (*Narsis.com*) tapi semua bukti yang kulihat dan ku dengar semua membuktikan kalau Oppa itu “GAY”
“Yaaa. . .” teriakku sambil ku jambak-jambak rambutku serperti yang dilakukan Key saat Perform.
Ting Tong bunyi bel membangunkanku dari Frustasiku. Lalu aku berjalan menuju pintu.
“Hyejin. . . .” dia tersenyum, seseorang yang kucurigai kepribadiannya kini berada di depanku.
“o. . . Oppa, kenapa kau kesini?.”
“Key bilang, kau di rumah sendirian jadi aku kemari.” Aku masih terpaku dengan imajinasiku.
“Ya, Hyejin apa kau menyuruhku berdiri di sini saja.”
“Ah, MI. . . mian, masuklah Oppa.”
“Apa yang sedang kau lakukan.” Tanya Oppa seraya duduk di sofa dan aku ikut melihat TV.
“Ani, hanya menonto Drama biasa.” Akupun duduk disampingnya.
“Drama ya? Sepertinya bagus, ayo kita nonton bersama.” Ajaknya
Hening, tidak ada yang berbicara selain TV yang terus memutar drama yang ku tonton bersama Oppa. Mataku melotot dan tubuhku menegang seketika saat melihat adegan berciuman yang kurasa sangat berlebihan, dari ekor mataku aku bisa melihat ekspresi Oppa yanng kaget dan gugup juga. Suasana kini jadi tegang, aku pun tak bergerak sedikit pun.
“Em. . . Oppa aku ke toilet dulu.”ucapku gugup
“Ah, Ne.” Aku berjalan melewatinya, entah apa yang ada dipikiranku, kakiku tiba-tiba saja salah melangkah dan membuautku jatuh di pelukan Eunhyuk Oppa. Mata kami saling bertemu, lama aku berada di posisi ini dan kurasakan wajah oppa semakin mendekat ke wajahku, aku bisa merasakan sapuan hangat dari nafasnya di wajahku, aku bisa merasakan sapuan hangat dari nafasnya di wajahku. 5cm. . . 3 cm. . . 1 cm dan ya, kurasakan sentuhan lembut dari bibir hangat Eunhyuk Oppa. Ku pejamkan mataku dan menikmati First Kissku direngkut oleh Eunhyuk Oppa. Sejenak aku bisa melupakan pikiranku tetntang Oppa. Sejenak aku bisa melupakan pikiranku tentang Oppa adalah seorang “Gay”
“Seangil Chukae Hyejin~ah. . .” teriak seseorang dari arah pintu. Oppa langsung melepas ciumannya dan membantuku berdiri.
“Ah. . . Ke. . .key kau kemari, oppadeul juga kemari.” Ucapku gugup, jangan bilang mereka melihatku berciuman dengan Eunhyuk Oppa.
“Kalian semua kesini?.” Tanya Eunhyuk Oppa.
“Hyaaa. . . kalian berdua habis melakukan apa. . . ha. . ha. . . ha. . .” ucap Kyu Oppa. Peletak! Sugmin Oppa menjitak lagi. “Appo. . . Hung. . .” dengus Kyu oppa (Kepala Kyu dah benjol tuch kayak Shincahan).
“Tentu saja kami kemari, inikan ulang tahuku.” Ucap Jonghyun Oppa, sambil mengembungkan Pipinya.
“Ne,ne Araso, aku lupa.”
“Aish. . . Hyung kau sudah berhasil melakukannya ya, DAEBAK!.” Ucap Jong Oppa pada Eunhyuk oppa. Apa maksudnya? Oppa masih berdiri tegang di sampingku.
“Kau bicara apa Jong.” Tanya Key, Oppadeul yang lain juga memasang wajah penasaran.
“Ne, Sebenarnya. . .”
“Ya, oppa. . .” belum sempat aku mendengar cerita Jong Eunhyuk Oppa sudah menarikku keluar apartemenku.
“Ya. . . Hyung kau bawa kemana Hyejin.” Teriak Key, namun Eunhyuk Oppa mengacuhkannya.
“Yaaa. . . Oppa kita mau kemana sich?.” Ucapku sambil ku coba untuk melepas genggaman tangannya. “Oppa. . .” teriakku, membuat langkah Eunhyuk Oppa berhenti di tengah jalan raya yang gelap dan sepi, hanya cahaya bulan yang membanyu penglihatanku.
“Sebenarnya maumu apa sich Oppa. . . .” dia masih menggenggam tanganku.
“Kau mengira aku seseorang Gaykan?.” Pertanyaan Oppa membuatku menegang.
“A. . .ku. . .”
“Biar, ku jelaskakn, kemarin kau melihatku dan Jong lathankan?.”
“Ne.”
“Kemarin aku tidak berciuman dengannya hanya saja aku memintanya mengajariku ciuman dan. . . .” Oppa berhenti bicara.
“Dan apa Oppa?.” Tanyaku. Tiba-tiba oppa menarikku kepelukkannya, aku sedikit menegang.
“Saranghae Hyejin, maukah kau menjadi YeojaChinguku.” Dia mengucapkannya dengan cepat dan gugup kerasakan dari tubuhnya yang bergetar. Aku masih diam mencerna semua kata yang ku dengar tadi, Apa aku bermimpi? Seorang Lee Hyukjae menyatakan perasaaannya padaku yang ku kira dia tidak menyukaiku.
“Maukah kau menerimaku Hyejin~ah?.” Tanyanya lagi. Kulingkarkan tanganku ke punggungnya.
“Ne, Oppa aku mau, Saranghae.”
“Gomawo, Hyejin~ah.” Dia mempererat pelukannya
“Sebaiknya kita kembali Oppa, Karna Oppadeul yang lain sudah menunggu di atas.”
“Ne. . .” Oppa melepas pelukannya dan menggandengku kembali ke apartemen.
“Oppa, Chakaman.” Kutarik genggaman Tangannya.
“Ada apa?.” Kami berheti di depan lift.
“Jika Oppa buka Gay, lalu apa yang Oppa lakukan bersama Jong di dalam kamar waktu itu?.”
“Kapan aku di kamar bersama Jong, sudahlah lupakan, aku ingin makan pisang.”
“Ya. . . oppa jawab pertanyaanku dulu.” Dia menarikku ke dalam lift.
“ya, aku tidak ingat, yang ku ingat saat ini makan pisang.”
“Ish, di kepala Oppa tak ada yang lain ya selain pisang.” Dengusku sambil kumanyunkan bibirku.
“AA. . . untuk apa aku mencari pisang jika di sini ada pisang yang manis dan aku tinggal memakannya.”
“Maksud Oppa? Pisang apa?.” Oppa tersenyum jahil sambil menatapku.
“Kaulah pisang itu Hyejin.” Oppa membungkukkan bedannya mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan cepat. Lalu segera ku pejamkan mataku. Namun bibir oppa tak kunjung menyentuh bibirku. Perlahan kubuka mataku. Dan. . . . .
“Seangil Chuake Hamnida My Lovely Banana.” Ucapnya, dan langsung melumat bibirku yang tanpa pertahanan ini, ciumannya hangat pada malam pergantian umurku. Ya, akhirnya aku menjadi pisang makanan seekor Monyet, Lee Hyukjae atau yang di kenal Eunhyuk SUPER JUNIOR. . .
-----------------------------------------THE --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------END----------
Akhirnya selesai juga *0*). . . .
AUTHOR trimakasih ma trisna yg dah bantu ngetik, #Tangan MinTri, toel semua nich, habis kejar-kejaran sama waktu.# , trus yapit yang dah bantu ngayal.
RCL dari readers sangat berharga bagi Au
thor
FF // My Lovely Banana
FF // My Lovely Banana
Postingan Lebih Baru
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)