HALLYU WAVE
김 야핕 a.k.a 야핕 이라와티
ABC
Home
About
Contact
Malaysia
Melaka
Port Dickson
Kuala Lumpur
Indonesia
Jogja
Magetan
Jumat, 27 Juni 2014
Ff // one week with you
Ff ni muncul g7 aja waktu chinguku duduk s’bangku ma yuniorku d’skul, langsung muncul ilham d’otakku pas waktu ulangan semester lagi, chake this out,,,,,,,,,,
Cast : Kim Ki Bum a.ka Key
Kim yapit a.ka Song Hye Jin
Facebook
Author a.ka Choi Je Joon
Facebook
Mintri a.ka Choi Eun Sun
Facebook
Lee Jin Ki a.ka Appa Hyejin
Hyejin POV
“Hyaa. . . Hyejin, apa kau benar-benar ingin pindah lalu bagaimana denganku.” Rengek Eun Sun dengan tampang melas, temanku yang satu ini memang agak lebay.
“Eun Sun, kan masih ada telepon dan E- mail kita masih bisa berhubungan meski jauh.”
“Tapi g’ asyik kalo g’ lihat langsung, pokoknya waktu seminggu ini harus kiita manfaatkan untuk terakhir kalinya.”
“Iya, kita manfaatkan buat ulangan.”
“Hyaa. . . .”
Ya, waktu ku di sekolah ini tinggal seminggu, dan itupun untuk ulangan aku pindah karna ayahku di pindahkan kerja sedangkan aku di seol tak punya keluarga lain, jadi terpaksa aku harus meninggalkan sekkolah ku yang tercinta ini, teman baikku Eun Sun dan Firs Love Key, yah, jujur yang paling ku rindukan jika aku pergi adalah namja itu meskipun aku hanya bisa mandang dia dan g’ bisa menyentuhnya, tapi aku bahagia bisa bertemu dengannya, dilah satu-satunya semangat bagiku untuk sekolah, selain Eun Sun tentunya.
“Hye Jin, ayo kita lihat daftar ruang kelas kita ulangan.” Eun Sun memnuyarkan ceritaku.
“Aisssh kau lihat disana masih banyak anak.” Ku tunjuk segerombolan siswa yang mengerumuni mading, tapi Eun Sun malah menarikku kesana
“OMO ! lihat Hye Jin, kau duduk sebangku dengan Key.” Teriak Eun Sun.
“Jinja ?? coba kulihat.” Kupastikan lagi, OMG, aku benar-benar tak percaya, tuhan menjawab doaku untuk dekat dengan key sebelum aku pindah.
“Wah kita g’ seruangan Jagi.” Kata seorang yeoja di belakangku, Haish. . . baru saja aku bahagia tapi kini pudar lagi gara-gara lihat key dan yeojachingunya Choi JeJoon bermesraan dibelakangku. Aku tau mereka memang pasangan yang serasi, tapi hatiku sakit tiap lihat mereka bermesraan. Pengen ku jambak rambut JeJoon *Untung Author Berjilbab^^)
Hari ini hari pertama ulangan, hari yang ku tunggu-tunggukan dimana aku bisa duduk bersama namja yang ku kagumi, KEY.
“Hye Jin, kau pasti semangat ngerjain soal u;anagn nanti, gimana tidak kau bisa lihat tampang baby facenya Key tiap hari.”
“Hem. . .” aku hanya tersipu malu, aku benar0benar tegang sekali, jantungku berdegup tak karuan.
“Sudah masuk, berjuang ya Heo Jin?.” Tambah Eun Sun dengan gaya lebaynya dan kembali ke asalnya. Perasaanku makin g’ karuan saat kulihat Key melangkahkan kakinya menuju bangku di sebalahku tepatnya di sampingku.
“Anyeong, Key Imida.” Sapanya padaku saat duduk disampingku sambil menjulurkan tanagnnya.
“Hye Jin, Song Hye Jin imida.” Kuraih tanagnnya.
“Hye Jin, aku baru pertama melihatmu.”
Hyaaa apa aku sebegitu kupernya sampai dia tak mengenaliku “HA. . . .ha. . . ha. . . mungkin saking banyaknya siswa jadi kau tak pernah melihatku.” Susah payah aku berkata karna dari tadi nafasku sesak dekat Key, keringat dingin mulai keluar, aku benar-benar grogi.
“Hei. . . kau tak perlu setegang itu, kau pasti bisa menegrjakannya.” Key mengacak-acak rambutku dan tersenyum padaku, Key aku tegang karna dirimu, masalah ulanagn sih gampang *Plaaaak. . . sombong*
Author POV
Setelah beberapa hari ini Hyejin dan Key bersama mulai akrab, mereka sering ngobrol, bercanda dan diskusi bersama . Si JeJoon juga jarang nongol di depan Key, makin sempurna hidup Hyejin.
“HyeJin ayo kita ke kantin.” Ajak Key saat istirahat
“Aniyo aku mau belajar.” Tolak Hyejin
“Kau itu sudah pintar, jadi g’ usah belajar.” Key menarik tanagn HyeJin keluar kelas.
“Palli.” Key melangkah jauh di depan HyeJin
“Key tunggu, jangan cepat-cepat. . . Aduh. . .” Geram Hyejin. Dia jatuh tersungkur dengan luka di lututnya.
“Aisssh, kau ini bagaimana sih, lihat lututmu terluka.”
“haduh, sudah tau aku luka, kenapa kau masih cerewet bukannya aku di tolongin.” Lalu tiba-tiba Key langsung mengankat Hyejin. “Hyaaa. . apa-apa’an kau Ky, turunkan aku.”
“Diamlah kakimu terluka.” Hyejin hanya bisa nurut dengan wajah memerah .
Hyejin POV *Seting UKS*
“Aduh, pelan-pelan Key.” Rengekku, merasakan sakit di lututku *Bayangin aja lukanya kaya lukanya Eunjo di CSS*
“Mian, sakit ya?.” Key meniup-niup dengan lembut. Ku pegangi kedua alisnya yang bertaut, hidungnya yang mancung , bibirnya, semua tiap lekuk di wajahnya, kapan ya aku bisa memilikinya?
“Sudah selesai, Hye Jin. . . .Hye Jin. . . ” key membangunkan lamunanku
“Ach. . . Ya. . . Gomawo.”
“Kau terpesona melihatku ya.” Key memancingku
“Hah. . . siapa, Aniyo!.” Wajahku pasyi sudah bersemu merah, apa key tau? Hah paboya aku. Evil smile, membuatku semakin malu.
“Jagi, ternyata kau ada disini.” Kulihat Jejoon membuka pintu UKS dan langsung memeluk key di depanku, seketika luka di hatiku kembali muncul.
“JeJoon bagaimana kau tau aku disini?.”
“Pasti, aku kan selalu tau.” Dengan masih bergelayutan di punggung key. Aku sudah tidak tahan lagi, aku langsung beranjak pergi keluar dari UKS.
“Hye Jin kau mau kemana, bagaimana dengan lukamu?.” Teriakan Key tidak aku hiraukan lagi aku hanya pergi agar Key tidak melihat air mataku yang mulai menetes, karna tak Kuat lagi melihat Key dan Je Joon bermesra’an.
Key POV
“Hyejin kau kemana? Bagaimana dengan lukamu?.” Hyejin pergi tanpa menghiraukan teriakanku, ada apa dengannya, dan pergi tanpa berkata apa-apa.
Saat ulangan sesi kedua dimulai tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, tidak seperti biasanya, melihatku saja tidak.
“Hye Jin ada pa denganmu, kau tidak apa-apakan.” Tanyaku membuka keheningan. Dia hanya menggeleng. “Hye Jin ayolalh katakan padaku, ada apa?.” Tambahku lagi dengan volume agak tinggi membuat Songsaenim menegur.
Ring Ding Dong, ber pulang berbunyi.
“Hye Jin tunggu.” Biar aku antar pulang, lukamu belum sembuh.”
“tidak usah, kau ka harus mengantar Jee Joon.”
“Tidak hari ini Je Joon punya urusan lain, jadi dia tidak pulang bersamaku, Mau ya kuantar.” Memohonku lagi, dia menjawab dengan anggukan kepala.
Saat aku mulai membukakan pintu untuk Hyejin, JeJoon datang.
“Jagi, aku pulang bersamamu, urusanku tidak jadi.”
“Emmm. . Hyejin ikut tidak apa-apa kan? Kasian lututnya terluka.”izinku pada JeJoon.
“Ne, gwenchanayo.”
Hye Jin POV *Seting Kamar Hye Jin*
Aku diam memandang langit malam yang gelap seperti hatiku. Aku menyesal di antar pulang Key, hatiku makin sakit karna melihat key bermesraan denganJeJoon di mobil. Ku pikir seminggu ini akan jadi hari yang membahagiakan bagiku bersama Key, tapi kenapa di saat terakhir malah jadi menyakitkan.
Aku sudah g’ punya waktu lagi, waktu semingguku tinggal besok, aku harus mengatakannya besok, sebelum terlambat, aku tak pedulu Key menerimaku atau tidak.
Author POV
“Anyeong Key.” Sapa HyeJin ceria, meski hatinya tidak
“Hye Jin, kau sudah sembuh, aku khawtir padamu, kemarin kau hnya diam saja waktu pulang.”
“Ne, gomawo kemarin, Em, , , hari nie kan hari terakhir kita ulangan aku mau ngajak kamu jalan-jalan mau tidak ?.” pinta Hyejin malu0malu kebo.
“Ehm, , , boleh, aku juga g’ punya acara.” Key membalas dengan senyuman 100 waatt.
“Key.” Panggil Hyejin Yang berjalan di sampinya.
“Ne. . “
“Apa g’ apa-apa kalu kau jalan denganku, Jejoon bagaimana?.”
“Tidak apa-pa, dia itu pengertian kok, dia g’ akan marah, jadi kau tenang saja.” Jawab key dengan enteng sambil mengacak-acak rambut Hyejin.
“Hyaa. . . kau ini, rambutku berantakan.” Dumel Hyejin dan mengejar key, key hanya melat-melet pada Hye Jin.
“Key ayo kita naik itu.” Ajak Hye jin saat sampai di taman bermain.
“Kau itu seperti anak kecil aja.”
“Sudahlah ayo.” Hyejin tak malu-mallu lagi menggenggam tanag key, mengajak key Naik Kora-kora.
Setelah selesai naik kora-kora.
“Huweeeek. . .huweeeek. . .huweeek. . .”
“Ha. . ha. . ha. . . tadi kau maksa-maksa akhirnya turun kau jadi begini.”ledek Key sambil memukul-mukul punggung Hyejin.
“Aku g’ tau kalau akhirnya kaya. . . . Huweeeek-huweeeek bela Hyejin, sambil masih muntah-muntah diliatin banyak orang-orang.
“Kau duduk ini minum.” Key menyodorkan sebotol minuman.
“Gomawo.” Hyejin Meminumnya, lalu tiba-tiba Key mengelap bibir Hyajin dengan jarinya, Hyejin pun kaget.
Hyejin POV
Kurasakan bibirku di sentuh lembut oleh Key. Jantung mulai berdekup tak karuan. Aku memandangnya begitu juga dia, aku larut dalam tatapan matanya, dengan hanya memandangnya aku bisa melupakan semua bebanku.
“Kau sudah baikan?.” Key kenapa kau mengganggu aku menhayalkanmu.
“Ach, ya sudah baikan, ayo kita lanjutkan.” Jawabku dengan penuh semangat, energiku terisi gara-gara key. Aku menariknya untuk beranjak dari duduknya. Namun baru beberapa langkah, langkah key terhenti .
“Key ada apa?.” Kulihat wajahnya berubah sedih, diam menatap sesuatu, kuikuti tatapannya, aku juga kaget melihatnya, Jejoon terlihat sedang jalan dan bermesra’an dengan seorang namja lain.
“Key.” Panggilku, kulihat matanya mulai berair.
“Aku tidak apa-apa.” Dia memaksa tersenyum
“Ayo kita lanjutkan lagi.” Dia mencoba menutupi kesedihannya.
“Aniyo, key aku tau kau terluka, kenapa kau masih bisa tersenyum.” Teriakku, mataku mulai panas.
“Ini semu salahku, jika aku tak mengajakmu kesini, kau tak akan terluka.” Air mataku tak bisa ku bendung lagi.
Seketika Key menarikku dan memelukku dengan erat.
“Gwenchana Hyejin, ini bukan salahmu.”
“Mianhae, jeongmal mianhae.” Aku terus saja menangis.
“Aku tau akan seperti ini jadinya, aku sudah tau kalau Jejoon tak setia padaku, namun aku saja yang tak peduli meski aku memang sakit.” Jadi Key sudah tau dan dia menahan rasa sakitnya sendirian.
Di perjalannan pulang, hanya ada keheningan di antara kami berdua, aku bingung untuk mengatakan tujuanku sedangkan Key terluka, apa pantas jika aku tiba-tiba mengatakannya, tapi sudah tak ada waktu lagi, besok aku harus pergi.
“Key, ada yang ingin ku sampaikan sesuatu padamu.” Kataku saat mobil Key berhenti di depan rumahku.
“Katakan saja.”
“Aku hanya ingin mengatakan kalau aku, kalau aku sebenarnya, aku menyukaimu sejak lama, seminggu ini adalah seminggu yang membahagiakan bagiku karna bisa mengenalmu lebih dalam, aku tidak akan melupakannya.” Key hanya diam memasang ekspresi tak percaya. “Kau tak perlu menjawabnya, aku sudah senang dapat mengatakan kalau aku suka kamu, Gomawo untuk seminggu ini, Selamat malam, Anyeo hi gaseyo.” Aku cepat-cepat keluar dari dalam mobil dan segera masuk kedalam rumah karna jika aku berlama-lama bersamamu semakin sulit untukku melepaskanmu.
“Hyejun.” Samar-samar kudengar Key memanggilku, tapi aku tak menghiraukannya.
Key POV
Setelah mendengar pengakuan Hyejin yang kemarin aku terus kepikiran, kemarin aku juga langsung menemui Jejoon untuk mengakhir hubungan kami , bukan karna Jejoon selingkuh melainkan karna aku lebih nyaman jika dekat dengan Hyejin. Tapi kenapa dari tadi aku tak melihat Hyejin, odieso? *coba cari di kolong meja*
“Eun Sun, kemana perginya Hyejin, dari tadi aku mencarinya, tidak ketemu-temu.”
“Kau tidak tau? Hyejin tak tak memberitaumu?.”
“Ani, Mwo?.” Perasaanku mulai g’ enak.
“Hari ini dia pindah ke luar negeri dengan Appanya.”
“Mwo! Sekarang dia dimana?.”
“Mungkin dia di bandaara, karna setengah jam lagi pesawatnya akan berangkat.” Mwo? Kau tega Hyejin, kenapa kau tak mengatakannya padaku. Aku langsung pergi menuju bandara.
Sesampainya di bandara aku memarkirkan mobilku asal, aku langsung berlari mencari Hyejin diantara benyak kerumunan orang.
“Hyejin. . .” teriakaku saat kulihat yeoja yang seperti Hyejin. “Hyejin tunggu.”
“Key, bagaimana kau bisa tau aku ada disini.”
Tapa pikir panjang akulangsung memeluknya “ku mohon jangan pergi.” Ucapku sambil terengah-engah.
“Apa yang kau lakukan?.” Lepaskan aku.
“aku kemari untuk menjawab pertanyaanmu.” Jelasku sambil ku genggam kedua pundaknya dan menatapnya, matanya mulai basah.
“Aku tak mau mendengagr, aku harus pergi, lepaskan aku.” Di menghempaskan tanganku dan berbalik pergi, ku tarik lengannya dan langsung kulumat bibir mungilnya (Bayangin aja kaya di PT* awalnya dia menolak tapi mulai luluh dengan cengkraman tanganku di tengkuknya ku perkuat, dengan air matanya yang membanjiri pipinya dia mulai menikmatinya.
Aku tak peduli orang-orang yang melihat aku hanya ingin menunjukkan pada hyejin jika aku mencintainya.
Kulepaskan ciumanku dan mengatus nafasku yang sesaat tertahan.
“Aranghae Hyejin.”
“Aku g’ bisa,. . . .” dia menggelengkan kepalanya
“Aku g’ bisa Key.” Dan dia meningglakanku
“Hyejin, ku mohon jangan pergi!!.” Teriakku
Hyejin POV *Di dalam Pesawat*
Air mata masih terus mengalir deras saat aku duduk di dalam pesawat yang sebental lagi akan take Off. “Mianhae Key, aku g’ bisa tinggal, aku g’ bisa ninggalin Appaku sendirian, ayahku sangat membutuhkanku, hanya Appa satu-satunya keluarga yang ku miliki, mianhae, jeongmal mianhae.” Isakku dalam tangis. Aku tidak akan lupakan seminggu bersamamu.
Author POV
Key berjalan gontaidi pelataran bandara, dia masih g’ percaya, Hyejin meninggalkannya. Dia melihat pesawat terbang yang membawa Hyejin mulai pergi meninggalkan bandara.
“Hyejin, kenapa kau pergi disaat aku ulai mencintaimu.” Desis Key. Dia terduduk lemas di samping mobilnya, lalu sepasang kaki berhenti di hadapan Key, key mendongakkan kepalanya.
“Hyejin.: Key berdiri dan langsung memeluknya.
“Key, mianhae.”Hyejin membalas pelukannya
“Kau kembali.”
*FLASH BACK*
“Hyejin.” Panggil Jinki
“Appa.” Hyejin mencoba mengusap air matanya.
“Kembalilah, appa g’ mau lihat kamu sedih.”
“Tidak Appa, Hyejin g’ apa-apa, algian nanti siapa yang menemani Appa kalu bukan Hyejin.”
“ Kau ini, Appa bukan anak kecil, pergilah selama ini kau tak punya banyak teman karna pekerjaan Appa, sekarang Appa mengijinkanmu untuk tinggal jika kau mau.” Jelas jinki
“Terima kasih Appa.” Hyejin memeluk Appanya.
“Aku pergi dulu.” Hyejin turun dari pesawat.
*END FLASH BACK*
*Seting di dalm mobil*
“Jadi kau turun karna Appamu atau karna aku?.” Tanya Key dengan senyum ngeledek.
“Karna Appaku. . . ! ya tentu karna kau Key.”
“Aha. . .ha. . .ha. . akku jadi merasa bersalah.”
Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Kau harus bertanggung jawab, Appaku telah menitipkanku padamu.”
“Baiklah, aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu.”Key mulai tersenyum evil.
“Kau mau apa?.” Penasaran Hyejin mulai g’ enak saat key mendekatkan wajahnya
“Aku akan bertanggung jawab.” Tanagn key menggenggam dagu Hyejin, Hyejin mulai memejamkan matanya. Lalu Key mencium kening Hyejin.
“Kau ingin aku mencium,u.” Ledek Key yang menipu Hyejin.
“Kau. . . .” Hyejin memukul lengan Key yang menertawakan Hyejin, lalu Key mencengkram tangan Hyejin dan menciumnya tiba-tiba.
T H E END
~One Weeek With You~
Gif t Thank to Si kunci N’ si Bening. . . . . . .
*Kenapa g’ jadi COUPLE AJA*^^
Ff // one week with you
by : Magnae Uswa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar