Heart Attack
Author :
Magnae Uswa
Gomaweo buat chingu satu ini yang udah sering ngebuatin ff buat gue .
Sedikit tentang yeoja ini suka gambar,nulis ff, suka kpop pastinya,sering galau haha..
#di gampar gueYang pengen kenalan lansung add aja facebooknya.
Cast :
Kim Yapit
Byun Baekhyun Exo K
"orang bilang tanda saat kau jatuh cinta pada seseorang adalah. . . . "
"Lempar bolanya padaku Baekhyun!" teriak seorang pemuda. Sementara pemuda yang membawa bola masih memantul mantulkan bola basketnya.
"Tangkap ini. . ." bola itu dilempar, namun sedetik kemudian pemuda bernama Baekhyun itu terpaku , matanya mengikuti langkah seorang gadis diluar lapangan. Tanpa sadar tangannya menyentuh bagian diatas perutnya.
BUUUK! !
"Baekhyun awas!"
"Auww . . " lamunannya menguap seiring dengan bola yang mengantam kepalanya.
"Kau ini melamun apa hah? bermain yang serius"
"Maaf" dia mencari gadis itu lagi, namun jejaknya sudah menghilang.
Baekhyun menelusuri setiap rak diperpustakaan namun buku yang dicari tetap tak ketemu.
"Kenapa buku disini banyak sekali, tidak bisakah mereka membuat perpustakaan dengan sedikit buku" dia menggerutu tak jelas, dan lagi lagi matanya menangkap sosok gadis berambut panjang berdiri diujung rak buku. Baekhyun menyentuh dadanya, merasakan sesuatu yang aneh disana. Tanpa sadar dia berjalan perlahan kearah gadis itu.
BRUUUUK! !
"Hey. . . hati hati kalau jalan"
kesadaran Baekhyun kembali saat tubuhnya menabrak seseorang didepan dan menjatuhkan semua bukunya.
"Ma maaf" Baekhyun membungkuk berkali kali merasa bersalah, karna dia memang tidak sengaja.
Baekhyun kembali mencari sosok yang menjadi pusat perhatianya tadi. Dan dia sudah menghilang, lagi . .. .
"Hash. . . aku lapar sekali" Baekhyun segera ikut duduk bersam teman temanya setelah mengambil makanan dikantin.
Merasa ada yang kurang dengan makan siangnya, Baekhyun mengambil sebotol saos didepanya dan menuangkan pada makanannanya.
Namun, lagi lagi Baekhyun termangu dan tersenyum menatap sosok yang sama gadis berambut panjang itu. Tangannya mulai gatal untuk menyentuh dadanya, semakin hari semakin aneh disana, bahkan Baekhyun seakan mendapat serangan jantung tiba tiba.
"Apa aku perlu memeriksakan jantungku?" ucap Baekhyun tanpa sadar.
"Hah .. ..kau bicara apa? Astaga . . Baekhyun.a apa kau tidak salah?" teman teman Baekhyun tertawa melihat piring makan siang Baekhyun.
"Kenapa?" dia menatap piringnya. "Astaga!!" seonggok saos memenuhi piringnya penuh bahkan sampai tumpah menutupi makanan utamanya.
"Kau ingin makan siang dengan menu utama saos?" ucap temannya namun Baekhyun hanya tertawa menggaruk kepalanya namun matanya mencari lagi gadis pengalih dunianya. Dia hilang lagi.
Baekhyun berjalan pulang sambil menendang nendang kerikil tak berdosa. Bertanya tanya kenapa dia jadi bodoh saat dia melihat gadis itu. Baekhyun menyentuh dadanya dan senyum senyum sendiri.
"Mungkin ini serangan jantung muda, atau . . . " langkah Baekhyun terhenti, dia tersenyum menatap gadis yang dipikirkanya akhir akhir ini berdiri sendirian di halte bus.
"Atau ini adalah tanda yang dikatakan orang orang" Baekhyun berjalan mendekat.
Gadis itu menatap Baekhyun yang sudah berada tepat disampingnya dengan tatapan bingung.
Baekhyun tersenyum menatap gadis didepannya, sambil terus menyentuh dadanya karna disana detakanya mulai tak beraturan mulai tak terkendali. Dia merasa ribuan kupu kupu terbang didalam perutnya.
Tanpa sadar tangan Baekhyun meraih tangan gadis itu dan membawanya menyentuh dadanya.
Gadis itu kaget dengan perlakuan Baekhyun. Dengan sedikit memberontakan tanganya gadis itu bertambah kaget saat tanganya dapat merasakan detakan yang luar biasa itu didada Baekhyun.
"Astaga . . apa kau baik baik saja? apa kau sakit jantung? kau perlu ke dokter?" gadis itu mulai khawatir.
"Tidak. Ini tidak sakit, ini menyenangkan."
"Hah?"
"Mungkin inilah tanda yang dikatakan orang orang." gadis didepannya semakin bingung. "Jantungmu akan selalu berdetak dengan cepat saat kau berada didekat orang yang kau sukai" Baekhyun tersenyum.
"Aku menyukaimu"
-END-
"Lempar bolanya padaku Baekhyun!" teriak seorang pemuda. Sementara pemuda yang membawa bola masih memantul mantulkan bola basketnya.
"Tangkap ini. . ." bola itu dilempar, namun sedetik kemudian pemuda bernama Baekhyun itu terpaku , matanya mengikuti langkah seorang gadis diluar lapangan. Tanpa sadar tangannya menyentuh bagian diatas perutnya.
BUUUK! !
"Baekhyun awas!"
"Auww . . " lamunannya menguap seiring dengan bola yang mengantam kepalanya.
"Kau ini melamun apa hah? bermain yang serius"
"Maaf" dia mencari gadis itu lagi, namun jejaknya sudah menghilang.
Baekhyun menelusuri setiap rak diperpustakaan namun buku yang dicari tetap tak ketemu.
"Kenapa buku disini banyak sekali, tidak bisakah mereka membuat perpustakaan dengan sedikit buku" dia menggerutu tak jelas, dan lagi lagi matanya menangkap sosok gadis berambut panjang berdiri diujung rak buku. Baekhyun menyentuh dadanya, merasakan sesuatu yang aneh disana. Tanpa sadar dia berjalan perlahan kearah gadis itu.
BRUUUUK! !
"Hey. . . hati hati kalau jalan"
kesadaran Baekhyun kembali saat tubuhnya menabrak seseorang didepan dan menjatuhkan semua bukunya.
"Ma maaf" Baekhyun membungkuk berkali kali merasa bersalah, karna dia memang tidak sengaja.
Baekhyun kembali mencari sosok yang menjadi pusat perhatianya tadi. Dan dia sudah menghilang, lagi . .. .
"Hash. . . aku lapar sekali" Baekhyun segera ikut duduk bersam teman temanya setelah mengambil makanan dikantin.
Merasa ada yang kurang dengan makan siangnya, Baekhyun mengambil sebotol saos didepanya dan menuangkan pada makanannanya.
Namun, lagi lagi Baekhyun termangu dan tersenyum menatap sosok yang sama gadis berambut panjang itu. Tangannya mulai gatal untuk menyentuh dadanya, semakin hari semakin aneh disana, bahkan Baekhyun seakan mendapat serangan jantung tiba tiba.
"Apa aku perlu memeriksakan jantungku?" ucap Baekhyun tanpa sadar.
"Hah .. ..kau bicara apa? Astaga . . Baekhyun.a apa kau tidak salah?" teman teman Baekhyun tertawa melihat piring makan siang Baekhyun.
"Kenapa?" dia menatap piringnya. "Astaga!!" seonggok saos memenuhi piringnya penuh bahkan sampai tumpah menutupi makanan utamanya.
"Kau ingin makan siang dengan menu utama saos?" ucap temannya namun Baekhyun hanya tertawa menggaruk kepalanya namun matanya mencari lagi gadis pengalih dunianya. Dia hilang lagi.
Baekhyun berjalan pulang sambil menendang nendang kerikil tak berdosa. Bertanya tanya kenapa dia jadi bodoh saat dia melihat gadis itu. Baekhyun menyentuh dadanya dan senyum senyum sendiri.
"Mungkin ini serangan jantung muda, atau . . . " langkah Baekhyun terhenti, dia tersenyum menatap gadis yang dipikirkanya akhir akhir ini berdiri sendirian di halte bus.
"Atau ini adalah tanda yang dikatakan orang orang" Baekhyun berjalan mendekat.
Gadis itu menatap Baekhyun yang sudah berada tepat disampingnya dengan tatapan bingung.
Baekhyun tersenyum menatap gadis didepannya, sambil terus menyentuh dadanya karna disana detakanya mulai tak beraturan mulai tak terkendali. Dia merasa ribuan kupu kupu terbang didalam perutnya.
Tanpa sadar tangan Baekhyun meraih tangan gadis itu dan membawanya menyentuh dadanya.
Gadis itu kaget dengan perlakuan Baekhyun. Dengan sedikit memberontakan tanganya gadis itu bertambah kaget saat tanganya dapat merasakan detakan yang luar biasa itu didada Baekhyun.
"Astaga . . apa kau baik baik saja? apa kau sakit jantung? kau perlu ke dokter?" gadis itu mulai khawatir.
"Tidak. Ini tidak sakit, ini menyenangkan."
"Hah?"
"Mungkin inilah tanda yang dikatakan orang orang." gadis didepannya semakin bingung. "Jantungmu akan selalu berdetak dengan cepat saat kau berada didekat orang yang kau sukai" Baekhyun tersenyum.
"Aku menyukaimu"
-END-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar